Nojorono Kudus Raih Penghargaan di Ajang Sustainable Marketing Excellence 2023 |
Jakarta, 10 Juli 2023 — Nojorono Kudus raih penghargaan Sustainable Marketing Excellence 2023 (SME), yang digelar oleh Marketeers. Penghargaan yang diraih melalui kompetisi ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada ragam korporasi dari lintas sektor yang memiliki performa baik dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) pada strategi pemasarannya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Nojorono Kudus, dalam misi Hidup yang Menghidupi-nya, turut aktif dalam menerapkan strategi pemasaran yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, serta berfokus pada menciptakan dampak positif jangka panjang pada masyarakat hingga bumi. Dinilai sebagai perusahaan yang mampu menerapkan kajian strategis dalam sustainability business strategy, Nojorono Kudus dianugerahi “Inclusive Circular Economy Project of the Year 2023” untuk program pengolahan limbah, yang bekerjasama dengan salah satu yayasan difabel di Indonesia; Precious One dan komunitas Sahabat Lingkungan; SalingID. Program keberlanjutan yang digagasi Nojorono Kudus ini berfokus pada pemanfaatan kembali limbah yang dihasilkan perusahaan sebagai konsekuensi dari operasional bisnisnya, untuk dijadikan sebuah produk jadi yang penggunaannya dapat bermanfaat dalam keseharian. Langkah strategis berkelanjutan yang diterapkan Nojorono Kudus ini menyasar pada dampak baik bagi lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penghargaan “Inclusive Circular Economy Project of the Year 2023” bagi Nojorono Kudus, merupakan sebuah pengingat untuk senantiasa berkreasi dan melibatkan praktik strategi bisnis yang menganut nilai berkelanjutan yang bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat sekitar. Dalam dunia yang terus berubah dan dinamis, Nojorono Kudus menyikapinya dengan agility dalam berinovasi dan menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat. Eliza Susanto selaku Corporate Communication PT Nojorono Tobacco International menyampaikan ucapan syukurnya atas penghargaan yang diberikan oleh Marketeers. “Mewakili Nojorono Kudus, kami haturkan terima kasih untuk penghargaan yang diberikan oleh Marketeers dalam SME 2023. Besar harapannya, penghargaan ini akan memperkuat komitmen kami terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Tentu keberhasilan seluruh program yang dijalankan, tak luput dari dorongan motivasi seluruh pemangku kepentingan di Nojorono Kudus, pelanggan, dan segenap mitra bisnis, yang turut serta mendukung komitmen kami untuk terus berinovasi dan menjadi agen perubahan positif. Untuk itu, kami turut ucapkan terima kasih bagi segenap Sahabat Nojorono,” tutup Eliza. |
Washington, DC, July 03, 2023 (GLOBE NEWSWIRE) --
Award-Winning Japanese Journalist Exposes the Campaign Against the Unification Church as a Political Plot
Masumi Fukuda, an award-winning Japanese journalist, claims that the campaign to strip the Unification Church, now called Family Federation for World Peace and Unification, of its status as a religious organization in Japan, uses the controversies following the assassination of former Prime Minister Shinzo Abe as a pretext and is in fact politically motivated.
Fukuda’s detailed investigation appears in Japanese in the July 2023 issue of the Japanese magazine Monthly Hanada and in English in the religious liberty magazine Bitter Winter, which covers often East Asia and has been the most quoted source on China in the yearly reports on freedom of religion of the U.S. Department of State for four years in a row.
The four Bitter Winter articles are available at these links
https://bitterwinter.org/the-
Abe was assassinated in 2022 by a man called Tetsuya Yamagami who claimed he wanted to punish him for his cooperation with the Family Federation. Yamagami said he hated the church because his mother went bankrupt in 2002, allegedly because of her excessive donations to the religious group.
Since 1987, an organization of attorneys called the National Network of Lawyers Against Spiritual Sales has called for the dissolution of the Unification Church, claiming it finances itself by selling religious artifacts for exorbitant prices.
In her detailed investigation of the Network and its campaigns, Fukuda shows how the so-called “spiritual sales” were carried out by individual members of the Unification Church, not by the church itself, which in fact persuaded them to stop these activities long before the Abe assassination. Fukuda also reveals that most of the lawyers who founded the anti-Unification-Church network in 1987 and continue to agitate for dissolving the religious organization today were affiliated with the Communist Party of Japan or the former Socialist Party. Beyond the pretext of the “spiritual sales,” their aim was to destroy the Unification Church and its affiliate organizations that offered significant public support to anti-Communist causes and provided volunteers for the electoral campaigns of Abe’s party.
Fukuda, who is not a member of the Family Federation and had little interest for religious issues before the Abe assassination, also claims that in the court cases against the Unification Church some attorneys associated with the National Network Lawyers Against Spiritual Sales falsified documents and fabricated evidence.

.jpg)

.png)


